Friday, April 1, 2016

ITIL dan COBIT

I T I L
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library, merupakan sebuah framework yang dibuat dan dikembangkan oleh Office of Goverment Commerce (OGC) di Inggris, ITIL merupakan kumpulan dari best practice tata kelola layanan teknologi informasi diberbagai bidang dan industri, dari mulai manufaktur sampai finansial, industri besar dan kecil, swasta dan pemerintah.

Dalam perkembangan ITIL, telah mengalami perkembangan seiring dengan berkembangnya teknologi informasi. Pada awal perkembangannya, dokumentasi ITIL terdiri dari kurang lebih 40 publikasi yang terbagi kedalam modul-modul terpisah, setelah itu untuk simplifikasi serta kemudahan implementasi ITIL dibagi kedalam 7 domain yang masing-masing saling berhubungan dan dapat berdiri sendiri. Dalam perkembangan fase ini atau sekarang disebut juga dengan ITIL versi 2, domain Service Support dan Service Delivery dijadikan sebagai CODE dalam tata kelola layanan terknologi informasi atau IT Service Management. 

Versi terakhir ITIL adalah versi 3. Perubahan mendasar pada versi ini terletak dari sudut pandang pengelolaan IT, dimana pada versi 2 ITIL mengelola layanan sebagai sekumpulan proses dan fungsi sementara dalam ITIL versi 3 layanan sebagai sebuah life cycle.

Sebuah perusahaan layanan teknologi informasi yang tidak mengenal bahkan belum pernah mendengar ITIL, belum tentu tidak mengetahui proses-proses dalam ITIL. ITIL dibuat berdasarkan praktek-praktek pengelolaan teknologi informasi yang dianggap berhasol yang kemudian dirangkum menjadi sebuah framework. Oleh karena itu perusahaan layanan infirmasi belum mengetahui mengenai ITIL, mungkin sudah mengimplementasikan seluruh proses dan fungsi yang terdapat dalam ITIL

C O B I T
Control Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumnetasi best practice untuk IT Goverment yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen untuk menjembatani gap antar resiko bisnis secara tepat, kebutuhan dan masalah teknis IT. COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab.

COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar dihampir seluruh negara. Dimana disetiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut

Manfaat dan Pengguna COBIT

  • Direktur dan Eksekutif - untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI
  • Manajemen - untuk mengambil keputusan investasi TI, keseimbangan resiko dan kontrol investasi
  • Pengguna - untuk memperoleh jaminan keamaan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal
  • Auditors - untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal

PERBEDAAN ITIL DAN COBIT
COBIT merupakansebuah pedoman bagi pengelolaan IT termasuk input, proses, output, serta process control terbagi kedalam 4 obyektif dan 34 area kunci. Masing-masing obyektif tersebut adalah: Planning & Organization (PO), Acquisition & Implementation (AI), Delivery & Support (DS) dan Monitoring.

Sedangkan ITIL merupakan sebuah kerangka pengelolaan layanan IT yang terbagi kedalam proses dan fungsi. Dua area/modul dalam ITIL, yaitu Service Support dan Delivey Support lelu menjadi CORE dalam ITIL versi 2 yang kemudian kita kenal dengan IT Service Management.

Jika dilihat dari posisi kedua pendekatan tersebut, dimana COBIT mengatur masalah obyektif yang harus dicapi oleh sebuah organisasi dalam memberikan layanan IT, sedangkan ITIL merupakan best practice cara-cara pengelolaan IT untuk mencapai obyektif organisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa COBIT dan ITIL merupakan dua pendekatan dalam IT Governance dan tata kelola layanan informasi yang saling melengkapi.

Monday, March 14, 2016

Keterkaitan antara SIM dan Manajemen Layanan SI

Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sistem informasi yang dibutuhkan sebuah organisasi dengan pengolahan seluruh transaksi yang mendukung fungsi manajemen dalam pengambilan keputusan. SIM meliputi metode dan upaya yang terorganisasi dalam menjalankan fungsi pengumpulan data baik dari dalam atau dari luar organisasi dan mempergunakan komputer dalam prosesnya untuk menghasilkan informasi terkini dan akurat.

Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen

Definisi Manajemen menurut para ahli :
  1. Donald W. Kroeber - SIM sebagai sejumlah proses dalam menyajikan informasi kepada para manajer yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional
  2. Gordon B. Davis - SIM sebagai sebuah sistem yang terintegrasi dimana sistem tersebut menyajikan informasi dan berfungsi sebagai bahan pengambilan keputusan dalam organisasi

Perkembangan Sistem Informasi Manajemen
Pada awal perkembangan komputerisasi informasi, komputer belum mempunyai program yang berjalan secara otomatis, melainkan hanya menjalankan komando yang dimasukkan secara manual ke dalam komputer. Setelah tahun 200'an, Sistem Informasi Manajemen mulai berkembang sebagai satu sistem yang terintegrasi pada berbagai induk perusahaan dan cabangnya. Sistem tersebut dibentuk dalam sistem informasi berbasis komputer.

SIM sendiri mempunyai elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem yang digunakan, yaitu perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, perangkat lunak sistem umum, perangkat lunak terapan umum, serta program aplikasi. Selanjutnya, dalam SIM terdapat database dan prosedur pelaksanaan sistem manajemen perusahaan dan tentunya petugas yang mengoperasikan semua sistem tersebut.

Manfaat Sistem InFormasi Manajemen
Supaya informasi yang dihasilkan dapat berguna bagi manajemen, maka analis sestem harus mengetahui kebutuhan informasi yang dibutuhkan, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing level manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Maka, tujuan dibentuknya SIM itu supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik menyangkut keputusan rutin maupun keputusan yang strategis.

Manajemen Layanan SI / TI
Manajemen Layanan TI mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan kualitas layanan TI yang memebuhi kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyedia layanan TI melalui kombinasi yang tepat dari teknologi, manusia, proses, dan informasi


Persaingan bisnis saat ini sudah semakin maju. Masing-masing penyedia layanan bersaing untuk memeberikan layanan yang terbaik agar diminati oleh pelanggan, Kemajuan tersebut didukung dengan adanya teknologi informasi / IT yang turut berkembang di era teknologi. Perkembangan teknologi ini semakin hari semakin kompleks yang memungkinkan segala sesuatu menjadi lebih cepat dan terangkau hingga menyebabkan pelanggan juga memuliki hak atas permintaan yang lebih beragam. Keadaan ini membuat perusahaan memerlukan pendekatan yang lebuh fleksibel untuk integrasi antara layanan TI dengan layanan konvensional perusahaan agar dapat beraing degan perusahaan lainnya yang serupa.

Integrasi yang melibatkan layanan TI dengan layanan konvensional serta semua sumber daya manusia tentunya akan membuat informasi yang dihasilkan juga semakin banyak dan kompleks. Informasi-informasi ini dapat digunakan oleh perusahaan sebagai sumber pengambilan keputusan atas pengembangan bisnis yang dijalankan. Namu, tidak menutup kemungkinan bahwa informasi yang sudah tersimpan rapi menggunakan teknologi informasi seringkali hilang atau jatuh ke tangan yang tidak mmiliki hak semestinya. Oleh karena itu, dibutuhkan pengawasan dan pengontrolan terhadap informasi-informasi yang tersimpan.

Perusahaan yang berfokus pada kepuasan pelanggan dengan menerapkan bantuan teknlogi dalam bisnisnya tentunya akan menghitung ulang biaya yang harus dikeluarkan. Karena penerapan TI juga akan mengeluarkan biaya yang cukup besar. Bagi perusahaan yang kurang atau bahkan tidak bisa mengolah biaya perusahaan akan mengalami kesulitan bahkan kebangkrutan. Untuk itu, dibutuhkan adanya kontrol atas manajemen layanan terutama manajemen TI atau IT Service Management dan juga pengamanan data untuk kontrol atas informasi yang ada pada manajemen informasi.


Link Minggu ke 2
http://alfiyani18.blogspot.co.id/2016/04/itil-dan-cobit.html


Wednesday, October 28, 2015

Internet of Things

     IoT atau biasa dikenal Internet of Things, merupakan konsep yang tujuannya untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Kemampuannya itu seperti berbagi data, remote control, dll. Termasuk juga benda di dunia nyata, nah contoh yaitu kayak bahan pangan, elektronik, dan masih banyak lagi yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global. Arti dari IoT itu bisa dibilang "benda-benda disekitar kita dapat berkomunikasi antar satu sama lain melalui jaringan internet".

     Tentunya IoT ini, ngasih banyak keuntungan buat para penggunanya. Contoh sederhana misalnya kulkas yang bisa ngasih tau ke pemiliknya tentang persediaan makanan dan minuman yang udah habis. Ini akan mempermudah pemiliknya untuk membeli kebutuhan sehari-hari tanpa harus ngecek manual kedalam kulkas. Contoh lain misalnya ada alat-alat yang butuh bahan bakar, dan peralatan itu memancar informasi status bahan bakar secara rinci dan rutin. Hal ini memudahkan kita biar menghindar dari situasi suatu mesin yang tidak berfungsi karena terlambat melakukan pemeliharaaan.

     Selain aplikasi pada industri diatas, bakal ada banyak yang dikembangkan dengan sensor-sensor untuk mengkuantisasi dari status peralatan tersebut. Dalam aplikasi rumahtangga, saat kita belok ke halaman depan rumah, garasi bakal langsung terbuka. Pada saat garasi terbuka, lampu pun ikut menyala. Saat ini udah ada konsorsium yang merumuskan standarisasi komunikasi antar peralatan ini. Dengan adanya standarisasi ini, maka bakal ada banyak peralatan yang terhubung antara yang satu dengan yang lain.

     Bagi para pengembang, sekarang banyak juga perusahaan yang menyediakan berbagai macam produk untuk memudahkan dalam mengembangkan produk IoT. Salah satu yang menyediakan program ini adalah Intel. Nah selain Intel, juga banyak perusahaan besar yang mendalami Internet of Things ini, kayak Microsoft, Oracle, dll. Ide awal Internet of Things ini pertama kali ditemukan oleh Kevin Ashton tahun 1999.


Sumber :
https://www.academia.edu/12418429/PENGERTIAN_INTERNET_OF_THINGS

Sunday, October 11, 2015

Ciri, Unsur, dan Teori Organisasi

CIRI ORGANISASI
Dalam sebuah organisasi, terdapat ciri-ciri tertentu untuk mengidentifikasi jenis dan tujuan organisasi tersebut. Prof. Dr. Sukanto Reksohadiprodjo, M. Com dan Dr. T. Hani Handoko dalam bukunya menjelaskan organisasi sebagai berikut :

  • Organisasi adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang diterapkan
  • Organisasi diterapkan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh karena itu, organisasi adalah kreasi sosial yang memerlukan aturan dan kooperasi
  • Organisasi secara sadar dikoordinasikan dengan sengaja disusun. Kegiatan dibedakan menurut beberapa pola yang logis. Koordinasi bagian tugas ini memerlukan penugasan wewenang dan organisasi
  • Organisasi adalah instrumenr sosial yang mempunyai batasan yang secara relatif danapt dibedakan dan keberadaannya mempunyai basis yang relatif permanen

Sedangkan menurut Berelson dan Steiner, sebuah organisasi memiliki ciri sebagai berikut :

  • Formalitas :  Adanya perumusan tertulis pada aturan, prosedur, kebijakan, tujuan
  • Hierarki : Adanya pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida. Artinya ada seseorang yang memiliki kedudukan serta wewenang yang lebih tinggi dari lainnya
  • Besarnya dan Kompleksnya : Organisasi memiliki banyak anggota sehingga terjalinlah sebuah interaksi sosial diantara mereka
  • Lamanya (durasi) : Eksistensi sebuah organisasi dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan keanggotaan orang-orang dalam organisasi tersebut

Dari ciri diatas, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah kumpulan individu / kelompok yang memiliki tugas dan wewenang masing-masing serta saling berkooperatif antara satu sama lain demi tercapainya tujuan bersama.


UNSUR - UNRUR ORGANISASI
Sebuah organisasi memiliki unsur yang saling berkaitan, diantaranya :

  • Manusia : sebagai unsur terpenting dalam organisasi. Artinya, manusia sebagai penggerak organisasi
  • Team Work : kerjasama tim sangat diperlukan dalam sebuah organisasi, hal ini menentukan tingkat kesuksesan organisasi tersebut
  • Tujuan Utama : sebuah organisasi harus memiliki visi dan misi serta tujuan yang jelas
  • Peralatan dan Perlengkapan : peralatan dan perlengkapan dibutuhkan oleh manusia sebagai sumber daya terpenting untuk mempermudah jalannya proses manajemen organisasi
  • Sumber Daya Alam : SDA juga termasuk peranan penting dalam organiasasi. Manusia sebagai pelaku harus bsia memanfaatkan SDA yang tersedia demi tercapainya tujuan organisasi
  • Manajemen Organisasi : adanya permbagaian tugas dan kewajiban serta hak dan wewenang bagi setiap anggota
  • Lingkungan : adanya lingkungan yang kondusif. Artinya, terjadinya komunikasi positif antar sesama anggita organisasi

TEORI ORGANISASI
1. Teori Klasik / Teori Tradisional
Isinya berupa konsep tentang organisasi dari abad 19. Definisi organisasi sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan kegiatan, komunikasu dan faktor lain terjadi karjasama antar orang.
Teori ini mempunyai efek yang sama yang berkembang dalam 3 dasar anggapan-anggapan. Anggapan tersebut yaitu :

  • Teori Birokrasi : Dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya "The Protestant Ethnic and Spirit of Capitalism"
  • Teori Administrasi : Dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, serta Mooney dan Reiley dari Amerika
  • Manajemen Ilmiah : Dikembangkan mulai tahun 1990 oleh Frederick Winslow Taylor
2. Teori Organisasi Neoklasik
Teori Neoklasi dikenal denga  teori hubungan manusiawi. Teori ini dikembangkan atas dasar teori klasik. Tanggapan dalam teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok dalam lingkungan kerjanya.

Teori Neoklasik dalam hal pembagian kerja diperlukan hal sebagai berikut :
  • Partisipasi, yairu melibatkan setiap orang dalam proses pengambilan keputusan
  • Perluasan kerja, sebagai kebalikan dari pola spesialisasi
  • Manajemen bottom up, yang akan memberikan kesempatan kepada para yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak

3. Teori Organisasi Modern
Hobert Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan contigency yang menyatakan teori organisasi perlu melebihi prinsip yang dangkal dan disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat diterapkan prinsip saling bersaing.

Katz dan Robert Kahn, dalam bukunya mengungkapkan perpektif organisasi sebagai suatu sistem terbuka. Dalam bukunya mendeskripsikan keunggulan perpektif sistem terbuka untuk menelaan hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan lingkungannya dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah jka organisasi ingin tetap bertahan.

Teori modern biasa disebut analisa sistem pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori moden melihat bahwa semua umut organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu siste, tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem yang terbuka.



Sumber :

Thursday, October 1, 2015

Arti Penting Organisasi

Istilah organisasi dapat diartikan sebagai :
  • Wadah : Sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
  • Proses  : Pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien

Dalam hal ini, banyak sekali pengertian organisasi menurut pendapat-pendapat para ahli, sebagai berikut :
       1. Menurut Stoner
              Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui nama
              orang-orang dibawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama
       2. Menurut James D. Mooney
              Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai
              tujuan bersama
       3. Chester I. Bernard
              Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang
              dilakukan oleh dua orang atau lebih

Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperlihatkan fungsi dan dinamika organisasi/birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Dari pengertian tersebut, terkandung beberapa maksud, yaitu :
    a. Organisasi dan metode merupakan kunci / syarat pelaksanaan kerja yang
        setepat-tepatnya
    b. Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen
    c. Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang
        tersedia
    d. Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisien kerja untuk
        mencapai tujuan

Dari uraian diatas, terlihat jelas eratnya hubungan antara manajemen, organisasi, dan metode. Dan bahkan dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.

Beberapa arti dari Organisasi :
       a. Organisasi dalam Arti Statis
               Gambaran secara skemaris tentang hubungan kerjasama antara orang-
               orang yang terdapat dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan
       b. Organisasi dalam Arti Dinamis
               Setiap kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema
               organis, mengadakan departemenisasi, menetapkan wewenang tugas dan
               tanggung jawab dari orang-orang di dalam suatu organisasi. Atau
              disingkat sebagai kegiatan-kegiatan mengorganisir, yaitu kegiatan
              menetapkan susunan organisasi suatu usaha.
       c. Organisasi sebagai Sistem Kerjasama
               Kerjasama dalam suatu organisasi sangat penting karena mencakup
               dalam berbagai bidang yang mengarahkan pada suatu tujuan
       d. Organisasi sebagai Sistem Tata Hubungan Kerja
               Hubungan kerja dalam suatu organisasi sangat nerperan penting dalam
               terlanksananya suatu organisasi dalam mengendalikan dan
               memanfaatkan sistem tata hubungan dalam proses berorganisasi
       e. Organisasi sebagai Proses Pembagian Tugas
               Organisasi sebagai proses pembagian tugas, berarti organisasi
               memiliki pembagian tugas yang sudah terstruktur sengan baik agar
               suatu organisasi berjalan dengan lancar dan efektif

Jadi, kesimpulannya organisasi itu sangat penting. Banyak manfaat yang dapat diambil dalam berorganisasi. Seperti, menambah wawasan, menambah pengalaman, menambag teman/link/relasi, percaya diri, disiplin, dan masih banyak lagi.


Sumber :
     - Pemikiran diri sendiri
     - Elearning Gundarma
     - http://alessandrokevin.blogspot.co.id/2013/10/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode.html


PENGALAMAN BERORGANISASI

       Sewaktu saya SMP, saya mengikuti organisasi Pramuka. Di Pramuka itu banyak sekali hal yang diajarkan. Saya diajarkan mandiri. Mandiri disini artinya mandiri dalam berbagai situasi. Seperti misalnya, jika kita sedang camping di tengah hutan, disana kita dituntut untuk menghadapi segala hal yang terjadi. Jika kita ingin memasak, kita harus mencari sendiri kayu bakarnya untuk dijadikan sumber api. Selain mandiri, saya juga diajarkan kedisiplinan, bekerja sama dengan orang lain, menghormati dan menghargai orang lain, belajar mengatur waktu dengan baik, dan lain-lain. Di Pramuka, saya juga diajarkan tentang sandi morse. Tujuannya untuk berbicara jarak jauh. Misalnya, jika kita terpisah beberapa jarak yg cukup jauh dengan teman kita, dan kita tidak dapat mendengar apa yang mereka katakan, nah dengan menggunakan sandi morse ini lah kita dapat berkomunikasi. Selain itu, saya juga diajarkan menyimpul tali. Tujuannya untuk mengikat tali-tali supaya kencang. Misalnya untuk membuat pegangan tali pada saat kita sednag memanjat tebing.

      Nah sewaktu saya SMA, saya mengikuti organisasi ROHIS (Rohani Islam). Di dalam rohis, saya diajarkan bagaimana saya berkomitmen dalam sebuah organisasi, bagaiman cara berkomunikasi dengan baik, siap bekerjasama disalam tim, dan lain-lain. Hal yang membuat saya senang bergabung di Rohis ini karena banyak sekali acara yang diadakan. Misalnya acara Pesantren Kilat, acara Islamic Fesival, acara Bakti Sosial, dan masih banyak lagi. Saya senang karena didalam sebuah acara itu saya banyak hal yang saya dapat sebagai panitia. Seperti belajar berkomunikasi antar anggota. Memang benar, didalam sebuah organisasi, komunikasi itu sangat penting. Karenam jika sistem komunikasi yang kita jalankan berantakan, maka ada kemungkinan acara tersebut menjadi berantakan selama kita belum bisa mengantisipasinya.

Thursday, May 7, 2015

Makalah Manusia dan Cinta Kasih

Tugas III
Ilmu Budaya Dasar
“Cinta Kasih Roro Mendut”
Dosen : Aulia Ar Rahma


Oleh :
Nama    :  Alfiyani Nikmaturrofiqoh
NPM      :  10114825
Kelas     :  1KA08


SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER TEKNOLOGI INFORMASI
MEI 2015



KATA PENGANTAR
               
          Puji Syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan KaruniaNya saya dapat menyelesaikan tugas Ilmu Budaya Dasar dengan tepat waktu. Makalah ini saya buat dengan judul “Cinta Kasih Roro Mendut” yang bertujuan untuk menceritakan kepada pembaca tentang kisah kesetiaan Roro Mendut kepada pendamping hidupnya.
          Tidak lupa juga ucapan terima kasih kepada Dosen Ilmu Budaya Dasar kami, Ibu Auliya Ar Rahma yang telah memberikan tugas ini dengan tujuan agar saya dapat lebih memahami salah satu kisah-kisah yang berhubungan dengan cinta kasih.
          Saya harap makalah ini dapat menambah pengetahuan kepada para pembaca, serta dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi dan bermanfaat bagi semua orang. Demikian makalah yang saya buat. Mohon maaf bila ada kekurangan dan kesalahaan dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan kritik dan sarannya yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
          Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah  di muka bumi. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah pemaknaan akan cinta dalam realitas hidup ini. Apakah cinta dimaknai sebagai sesuatu yang fitrah yang mesti dijaga ataukah suatu wujud rasa yang mesti diagungkan.
          Ketika memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa defenisi yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta itu. Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin kompleks penjabaran defenisi itu.
          Pemberian pemaknaan akan cinta akan senasib dengan pemberian defenisi tadi. Defenisi yang akan mengantarkan pada suatu substansi kadang dikaburkan oleh ego bahkan nafsu seseorang. Pemaknaan yang salah sebagai sebuah aktualisasi dari cinta seperti pacaran akan mengantarkan pada suatu upaya untuk mendeskreditkan cinta yang luhur sebagai fitrah kemanusiaan. Disamping itu, pemaknaan akan cinta dengan rasa suka harus berani dibedakan. Cinta adalah fitrah yang sifatnya abstrak sehingga perwujudannya berada dalam area metafisik (inmaterial). Sedangkan rasa suka, adalah wujud rasa ketertarikan kepada hal yang bersifat materi.


B. RUMUSAN MASALAH
          Rumusan masalah yang dapat diambil dari makalah ini, diantaranya adalah :
               1. Bagaimanakah pengertian cinta kasih?
               2. Apa sajakah jenis-jenis cinta kasih?
               3. Bagaimanakan cerita Roro Mendut?
               4. Apa pelajaran yang dapat diambil dari kisah tersebut?


C. TUJUAN
          Makalah ini dibuat yang bertujuan untuk :
               1. Menjelaskan lebih dalam tentang pengertian cinta kasih
               2. Memberi informasi tentang jenis-jenis cinta kasih
               3. Memperkenalkan pembaca tentang cerita Roro Mendut
               4. Mengambil pesan moral yang terdapat dalam cerita tersebut



BAB II
ISI

A. PENGERTIAN CINTA KASIH
          Menurut kamus umum bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka kepada ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya, cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
          Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas mengikuti perintah-Nya dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
          Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterkaitan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi bersama orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang rnengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.


B. JENIS – JENIS CINTA KASIH
          Dari berbagai bentuk cinta, secara garis besar, objek yang dicintainya sama. Maka dari itu, cinta dikelompokkan menjadi tiga tingkat, yaitu :
              1. Cinta tingkat tertinggi (Cinta kepada Tuhan)
              2. Cinta tingkat menengah (Cinta manusia lain)
                      a. Cinta Philia (Cinta orang tua, persaudaraan, dan teman)
                      b. Cinta Eros (Menekankan aspek ragawi)
                      c. Cinta Amor (Menekankan aspek psikologis dan emosi)
              3. Cinta tingkat terendah (Cinta kepada lingkungan)

          Ketiga tingkatan cinta tersebut tentulah pernah atau sedang dirasakan oleh seluruh manusia di berbagai belahan dunia. Terkadang hanya dengan rasa cinta manusia dapat bertahan hidup bahkan disembuhkan dari penyakit.

          Cinta bisa datang pada siapapun, dimanapun dan kapanpun. Cinta dapat menyemangati orang lain. Cinta dapat membuat hidup lebih berwarna. Itulah keajaiban yang diberikan oleh cinta. Namun, jika tidak bisa mawas diri cinta dapat menimbulkan masalah.


C. CERITA RARA MENDUT
          Dikisahkan seorang anak nelayan di pantai pesisir pantai utara jawa tepatnya di desa nelayan yang bernama Teluk Cikal Kabupaten Pati Jawa Tengah yang mempunyai paras rupawan gadis itu bernama Roro Mendut atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Rara Mendut. Kecantikan Roro Mendut telah memikat hati banyak bangsawan yang berlomba-lomba inggin meminangnya sebagai istri maupun selir. Tetapi Roro mendut memang sudah mempunyai tambatan hati yaitu pemuda desa yang bernama Pranacitra yang juga merupakan putera dari Nyai Singabarong seorang saudagar kaya. tak terkecuali penguasa Pati yang bernama Adipati Pranggolo II yang inggin menjadikan Roro Mendut sebagai selir. Karena menolak suatu hari Adipati Pranggolo mengutus prajuritnya untuk menculik Roro Mendut dan akhirnya Roro Mendut  pun dijadikan selir dan disekap di dalam Istana.
          Setelah Kadipaten Pati bergejolak dan kalah perang melawan Kerajaan Mataram akhirnya Pati jatuh ke tangan Mataram tidak terkecuali Roro Mendut yang juga memikat Tumenggung Wiraguna yang berhasil merampas Pati dari Adipati PranggoloII. Roro Mendut kembali menolak dan mengatakan bahwa dia sudah mempunyai kekasih yang bernama Pranacitra. Tumenggung Wiraguna murka akan penolakan Roro Mendut kemudian juga memberikan syarat jika Roro Mendut harus membayar pajak kepada Mataram. Roro pun menyetujui dan dia pun mencari uang dengan berjualan rokok di pasar. karena kecantikannya rokok yang di jual Roro Mendut selalu habis bahkan orang-orang berlomba-lomba membeli rokok bekas hisapannya dengan harga mahal. mendengar sang pujaan hatinya berjualan rokok di pasar akhirnya Pranacitra mencarinya ke pasar dan berusaha melarikan diri bersama Roro Mendut. tetapi sayang pelarian itu tidak berhasil Roro Mendut kembali ke Istana sedangkan Pranacitra diculik dan dibunuh oleh Tumenggung Wiraguna dan dimakamkan di Desa Gandhu Ceporan tidak jauh dari kota Jogjakarta kurang lebih 9 kilometer.
          Setelah mengetahui kekasihnya dibunuh Tumenggung Wiraguna, Roro Mendut barusaha kabur dari Istana dan mencari makam kekasihnya. Para prajurit dan Tumenggung Wiraguna tetap mengejarnya hingga Roro Mendut menemukan makam kekasihnya. Kesedihan Roro Mendut yang sangat mendalam hingga dia berbuat nekat dengan bunuh diri menggunakan keris Tumenggung Wiraguna dengan menusuk perutnya dengan keris tersebut. Setelah Roro mendut meninggal Tumenggung Wiraguna merasa bersalah kemudian menguburkan Roro Mendut satu liang dengan kekasihnya Pranacitra.


D. PESAN MORAL
          Pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah di atas adalah bahwa harta, pangkat, dan jabatan bukanlah jaminan untuk mendapatkan cinta sejati seseorang. Cinta sejati tidak selamanya dapat dinilai dengan materi, namun justru cinta itu hadir karena perasaan saling memberi-menerima dan memiliki sebagaimana kisah Rara Mendut dan Pranacitra.



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
          Cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, tapi antara keduanya terdapat perbedaan, yitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih meupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada yang dicintai. Manusia pada hakikatnya tidak akan dapat terpisahkan dari Cinta kasih dan sayang. Cinta kasih Ideal itu adanya tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan atau sering juga di sebut Segitiga Cinta yang satu sama lain harus sinergi, selaras, seimbang satu sama lain.
          Cinta itu mulia, bisa sangat indah, cinta itu sebuah kebahagiaan, tetapi manakala cinta itu tidak sesuai dengan apa yang diharpakan, apa yang diperkirakan dan apa yang didambakan bertolak belakang dari kenyataaan yang sudah terlanjur tercipta dalam angan-angan maka cinta bisa sangat menyakitkan dan menimbulkan penderitaan yang luar biasa.


B. SARAN
          Saran saya untuk para pembaca, janganlah kamu terlalu memaksa pasanganmu untuk melakukan hal-hal yang kamu suka. Janganlah kamu mencari pendamping hidup hanya dengan melihat materi dan fisik saja. Karena materi dan fisik akan kalah dengan rasa perhatian dan tangggung jawab. Dan sayangilah pasanganmu, seperti kamu menyayangi diri sendiri.



DAFTAR PUSTAKA